10 Penyebab Gaya Hidup Konsumtif yang Merugikan

10 Penyebab Gaya Hidup Konsumtif yang Merugikan

Pola hidup seperti apa yang kamu jalani? Sebagai orang Indonesia pasti kamu setuju kalau kini banyak orang yang menganut gaya hidup cenderung konsumtif. Gaya hidup konsumtif ini seakan menjamur ke setiap generasi, khususnya kaum millenials. Entah apa penyebab gaya hidup konsumtif ini. Apalagi perkembangan teknologi yang membuat toko online semakin menjamur dengan penawaran-penawaran yang tidak masuk akal, mengundang kita untuk hidup secara boros. Tidak jarang juga pengeluaran kita lebih besar dari pendapatan sehingga kontrol keuangan pun kacau.

 

Sebenarnya banyak penyebab gaya hidup konsumtif ini dimulai dari awal tahun 2000-an, saat teknologi internet juga berkembang. Belum lagi Indonesia adalah negara konsumen, bukan produsen. Apa maksudnya? Indonesia adalah tujuan pasar banyak brand terkenal di dunia sehingga kita selalu dicekoki produk impor yang harganya gila-gilaan. Belum lagi iklan yang juga tidak kalah gila, mengajarkan kita semakin konsumtif. Saat kita menjadi target calon konsumen, maka kita akan semakin dimanjakan untuk terus membeli. Contohnya saja mobil, kita sudah dimanjakan dengan produksi mobil-mobil Jepang sehingga membuat kita malas membuat jenis mobil produksi hasil dari orang kita sendiri. Begitu juga dengan produk-produk lainnya yang selalu ditawarkan ke kita.

 

penyebab hidup konsumtif
Ekonomi Kompas

 

Melihat masalah ini, juga banyak anak muda Indonesia yang akhirnya membuat inovasi teknologi demi menahan sifat konsumtif masyarakat. Salah satunya adalah Pomona, yang punya fitur belanja barang kebutuhan dapat cashback di supermarket. Dengan begitu ketika kamu belanja di supermarket, kamu bisa lebih hemat dengan adanya fitur cashback ini, lumayan kan.

 

Lalu apa sih sebenarnya penyebab gaya hidup konsumtif banyak orang Indonesia? Mengapa jenis gaya hidup ini sangat merugikan? Nah, daripada penasaran yuk kita bahas satu-satu.

 

 

Baca juga: Website Penghasil Uang yang Bisa Dimanfaatkan

 

 

Terpengaruh Oleh Lingkungan Sekitar

 

Pengaruh dari lingkungan ini tidak bisa dipungkiri sebagai penyebab gaya hidup konsumtif. Lingkungan seperti apa? Contohnya saja lingkungan terdekat dulu, yakni keluarga. Saat seseorang dibesarkan dengan keluarga yang berkecukupan, kemudian ia terbiasa dimanja sedari kecil, maka perilaku konsumtif orang ini juga akan mengikuti hingga ia dewasa. Belum lagi lingkungan tempat tinggal yang dikelilingi oleh orang yang biasa berhura-hura, maka gaya hidup konsumtif jadi kebiasaan yang susah diubah. Maka dari itu, kalau kamu punya anak, ada baiknya diajarkan untuk hidup sederhana sedari kecil walaupun kamu orang kaya sekali pun.

 

Rasa Gengsi

 

Orang Indonesia memang rata-rata memiliki gengsi yang tinggi. Keinginan mempertahankan gengsi ini bisa menyebabkan gaya hidup konsumtif jadi tidak terkontrol. Tidak jarang juga kita memaksakan membeli sesuatu demi mengejar gengsi, padahal pendapatan sering kali tidak cukup. Kalau kamu cenderung sifat begini, segera ubah agar hidup bisa lebih aman.

 

Tidak Bisa Ketinggalan Trend

 

Apa kamu orang yang selalu update terhadap hal apapun? Sampai-sampai datang ke semua tempat nongkrong baru yang lagi hits? Kalau hanya saja mengikuti trend tidak apa-apa, asal tidak kebablasan dan akhirnya merugikan diri sendiri secara finansial. Kamu mesti bisa memilah-milah trend mana yang layak diikuti dan mana yang tidak. Jangan sampai trend mengajarkan kamu jadi manusia yang sangat konsumtif dan cenderung tidak punya rencana masa depan.

 

Media Sosial

 

Media sosial juga merupakan penyebab perilaku konsumtif banyak orang. Media sosial sebenarnya mengajarkan kita untuk “pamer” apa yang kita punya, kemudian kamu akan dapat banyak simbol “like” dari orang banyak. Maka dari itu, media sosial akhirnya jadi tempat pencitraan, banyak orang yang akhirnya membeli ini itu hanya untuk mengesankan orang lain demi mendapat “like” ini. Tentu kebiasaan ini tidak baik dan juga jadi efek samping media sosial yang tidak baik. Maka dari itu, gunakanlah media sosial secara normal saja.

 

Ambisi untuk Meningkatkan Status Sosial

 

Jadi manusia memang mesti dengan ambisi dalam mencapai tujuan tertentu. Tapi ambisi juga bisa jadi boomerang yang malah merugikan diri sendiri. Ambisi untuk terlihat “kaya” di depan orang lain bisa menyebabkan gaya hidup konsumtif yang tidak baik. Contohnya lebaran, demi mengesankan orang-orang di kampung, banyak orang yang memaksakan membeli mobil agar terlihat sukses di perantauan. Padahal hidup di perantauan juga sedang susah. Maka dari itu hindari ambisi ini, lebih baik berperilaku apa adanya. Keinginan untuk diakui dari status sosial ini tentu tidak boleh agar bisa menghindari sifat konsumtif yang tidak perlu.

 

Para Pencari Diskon

 

Jangan langsung terpengaruh dengan kata-kata “diskon” yang kamu temui dimana saja. Kebanyakan orang Indonesia selalu belanja tiap kali ketemu kata “diskon” sehingga kita terus dicekoki oleh sifat konsumtif. Kamu pasti bisa menahan diri ketika berputar-putar dan melihat kata “diskon” dimana saja. Lagian, belum tentu produk yang dijual dengan kata “diskon” itu punya kualitas baik dan tahan lama. Oleh karena itu agar terhindar dari penyebab perilaku konsumtif, kamu harus bisa berjalan-jalan tanpa mesti belanja.

 

Membandingkan Hidup Kamu Dengan Orang Lain

 

Jangan pernah membandingkan hidup kamu dengan orang lain. Misalnya teman kamu punya mobil bagus, sedangkan kamu hanya menggunakan motor. Dengan begitu kamu menggerutu dan berusaha untuk berkompetisi dengannya dengan membeli mobil juga. Buat apa-apa menjadi konsumtif hanya dari hasil membandingkan diri dengan orang lain? Hal ini sangat tidak baik.

 

Kurang Membekali Diri Dengan Pendidikan Finansial

 

Ada baiknya kamu membekali diri dengan pendidikan finansial. Selama ini banyak orang yang menghamburkan uangnya begitu saja tanpa pernah memikirkan visi ke depannya. Maka dari itu sering kali kita jadi orang yang konsumtif karena tidak pernah membekali diri dengan pendidikan finansial yang pastinya bisa mencegah sikap seperti ini. Tahukah kamu jika uang belanja yang kamu tabung bisa saja nantinya bisa sebagai uang DP rumah? Jadi akan lebih baik kalau kamu bekali diri dengan pendidikan finansial sedari sekarang, tidak ada yang terlambat.

 

Terlalu Bebas Memilih Bacaan

 

Pada zaman yang serba digital ini, jangan cepat terpancing dengan 1 topik bacaan saja. Kamu mesti memilah-milah bacaan yang cerdas serta tidak menjual mimpi yang aneh-aneh seakan akan menyuruh kita untuk konsumtif. Bacaan yang terlalu bebas, tanpa disadari akan merubah perspektif kita mengenai cara menggunakan keuangan. Maka dari itu, hal ini juga bisa menjadi penyebab gaya hidup konsumtif yang mesti dicegah.

 

Memaksakan Membeli Sesuatu

 

Jangan pernah terpancing membeli sesuatu lalu memaksakannya, padahal uang yang dipunya tidak ada. Kebiasaan ini sering kali dilakukan oleh orang Indonesia hanya untuk memuaskan nafsu untuk memiliki barang tertentu. Hal ini menjadi salah satu penyebab perilaku konsumtif yang mesti dihindari agar kamu bisa hidup senormalnya saja dan tentu lebih hemat.

 

Perilaku konsumtif mesti dihindari agar keadaan finansial kamu bisa lebih teratur. Kenali penyebab gaya hidup konsumtif agar kamu bisa membekali diri dengan efek yang ditimbulkan jika menjalani gaya hidup konsumtif yang tidak begitu bermanfaat. Maka dari itu mulai hari ini kamu mesti tekadkan untuk hidup yang biasa-biasa saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *