Top

Budaya bahkan Lokasi di Indonesia Pernah Diklaim sebagai Milik Negara Lain!

Semua orang menyadari bahwa negara kita Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan keragaman. Masing-masing suku dan adat memiliki budaya dan tradisinya masing-masing seperti lagu daerah, baju daerah, tarian, bahasa, bahkan produk kerajinan tangan yang sangat unik. Yup! Untuk sebagian orang, nilai budaya di Indonesia masih sangat dijaga dan dijunjung tinggi. Tapi tidak jarang juga kita menemukan masyrakat Indonesia yang masih tidak peduli dengan budaya tanah air. Seringkali, pernyataan bangga tidak sinkron dengan perilaku yang ikut menjaga kelestarian budaya Indonesia. Akibatnya, beberapa budaya kita akhirnya diklaim oleh negara lain. Mungkin Pomoners udah pada tau nih isunya, tapi Mona mau mengingatkan lagi biar kita semua tetap menjaga kebudayaan kita. Yuk cek di bawah ini:

 

 

Batik Jawa

 

budaya1

eukicks.com

 

Ada yang belum tahu bahwa budaya Indonesia tepatnya Batik Jawa digunakan sebagai desain produk Adidas? Pada tahun 2006, Adidas sempat mengeluarkan seri “Adidas Materials of the World Project” dimana ada 1000 unit produk yang dihasilkan berupa sneakers, jaket, kaos, dan topi bermotif batik jawa. Hal ini menimbulkan pro dan kontra di tengah masyrakat Indonesia. Ada yang berbangga karena pikirnya budaya Indonesia memberikan inspirasi hingga ke seluruh dunia. Tapi ada yang kontra dikarenakan hal ini dilakukan Adidas atas dasar tujuan komersial. Kalo kamu, pro atau kontra?

 

 

Tarian, Kain, dan Pulau

 

budaya2

portalsejarah.com

 

Isu ini mungkin lebih familiar ya Pomoners. Dua negara bertetangga yakni Indonesia dan Malaysia pernah terlibat dalam masalah akibat budaya-budaya Indonesia yang diklaim oleh Malaysia. Bukan hanya satu budaya, melainkan Batik, lagu Rasa Sayange, Wayang, Tari Piring, Keris, Gamelan Jawa, Pulau Sipadan, Kuda Lumping, makanan Rendang, dan beberapa budaya lainnya diklaim oleh Malaysia. Hmm, kalau sudah direbut biasanya kita baru bertindak ya..

 

 

Perak Desak Suwarti

 

Giwang perak produk dari Suharti Maestro

destinasian.co.id

 

Kerajinan ini merupakan budaya asli yang dihasilkan di Pulau Dewata tepatnya di Desa Celuk, Gianyar, Bali. Bernasib sama, perak ini diklaim oleh konsumennya sendiri yang berasal dari Amerika untuk kepentingan komersial di negaranya. Bahkan Desa Celuk sempat dituduh karena melanggar HAKI. Sedih yaa, padahal hasil kerajinannya sendiri lho..

 

 

Kopi Gayo

 

budaya4

lintasgayo.com

 

Selain bahasa dan kerajinan, Indonesia juga punya makanan dan minuman khas, salah satunya Kopi Gayo yang dihasilkan langsung dari Aceh. Sayangnya, kopi ini juga sempat diklaim oleh Negara Seribu Kincir. Salah satu perusahaan di Belanda pernah memproduksi kopi ini dengan mengklaim bahwa kopi ini dibuat dari negaranya. Walaupun kabar burungnya masalah ini belum benar-benar tuntas, untungnya negara yang pernah menjajah Indonesia ini tidak lagi mengklaim kopi gayo sebagai kopi asal negaranya.

 

 

Kopi Toraja

 

budaya5

roda2makassar.files.wordpress.com

 

Lagi-lagi produk kopi Indonesia diklaim. Kopi yang dihasilkan di daerah Sulawesi Selatan ini diklaim oleh negara maju yakni Jepang. Bahkan kali ini promosinya dilakukan secara terang-terangan lho. Terdapat label yang mengaku sebagai penghasil kopi tersebut. Wah gak mau kan makanan minuman khas tanah air satu persatu habis karena diklaim oleh negara lain?

 

 

Nah itu dia beberapa budaya Indonesia yang hampir menjadi milik negara lain. Kamu gak mau kan negara kita ‘dijajah’ lagi? Makanya mulailah untuk mencintai produk-produk dalam negeri seperti batik dan lain sebagainya. Produk batik gak selamanya harus berupa baju, kamu bisa ke Bukuku di Kota Kasablanka untuk menemukan produk-produk lucu seperti dompet, buku, tas dan produk lainnya yang bermotif batik. Lucu-lucu deh, kamu juga bisa sekalian kumpulin poin dengan check in di Pomona App. Yuk melipir ke sana sebagai apresiasi terhadap negara kita 😀